Senin, 28 September 2015

INTERNET CEPAT ,WISUDA CEPAT #goforit


          Sebagai anak kuliahan yang memiliki setumpuk tugas dari dosen.untuk mengerjakannya dibutuhkan banyak referensi selain itu yang menjadi masalah seringkali waktu pengumpulan tugasnya begitu cepat. Terus hubungan INTERNET CEPAT DAN WISUDA CEPAT itu apa? Untuk tau jawabannya ikuti perjuangan saya...
Saat ini saya kuliah Di Fakultas Ilmu Kesehatan,tiap hari kami dicekoki dengan setumpuk tugas. Terkadang untuk menyelesaikannya dibutuhkan waktu yang lama. Apalagi saat jaringan internetnya lemot kaya siput, tingkat stress semakin bertambah.padahal saya sudah menggunakan banyak provider yang katanya memiliki jaringan internet cepat.
Ditengah stress yang melanda, saya heran melihat salah satu teman kuliahku yang begitu santai tetapi semua tugasnya selesai tepat waktu.  Saya mencoba menanyakan ke temanku itu “kok bisa tugasmu begitu cepat selesai, apa sih rahasianya  bro?”.  Tapi dia malah nanya balik ke saya, “kamu internetan pakai provider apa sih?” Sambil cengengesan.  “Saya pakai yang di iklan itu loh, yang katanya jaringan internet cepat dan jangkauan luas hehehehe...”kataku. Dia malah tertawa dan berkata “Mending kamu beralih ke SMARTFREN Deh”. “Apa untungnya menggunakan SMARTFREN???” tanyaku dengan penuh penasaran. Dia pun menjelaskan panjang lebar kalau “SMARTFREN itu selain jangkauan jaringannya luas, jaringan internetnya juga cepat. Apalagi sekarang SMARTFREN sudah menggunakan jaringan 4G LTE ADVANCED”.
Apa itu Teknologi 4G LTE ?
4G LTE adalah generasi ke-empat dari teknologi komunikasi mobile-internet. SMARTFREN menghadirkan teknologi 4G LTE Advanced dengan jangkauan luas, koneksi mobile-internet lebih cepat dan lebih stabil di Indonesia.

Wahhh ternyata rahasia tugas temanku cepat selasai itu karena menggunakan SMARTFREN.
Setelah mendengar semua penjelasannya membuatku beralih  ke SMARTFREN hehehehe... Kini semua tugasku selesai dengan cepat dan tepat waktu. Semua nilai kuliahku juga tidak ada yang tertinggal sehingga bisa wisuda tepat waktu. Etsss...bukan hanya itu IPK ku juga Coum Laude Lohhh...hehehe

SMARTFREN GO FOR IT!!!!

Rabu, 16 Juli 2014

''Muka itu Didandani Bukan Diedit biar Cantik''

Disuatu pagi yang mendung, Hamdan bersiap untuk bertemu cewek yang baru dikenal melalui Facebook. Dia mencoba tampil sempurna dengan baju kotak-kotak ala jokowi (biar kliatan merakyat), rambut diberikan minyak (minyak jelanta). Bulu ketek dibonding. pokoke mantaplah...
Dia begitu senang, karna cewek itu tampak cantik difoto (fotonya telah melewati filter camera 360, photoshop, dll). Setiba ditempat mereka janjian, hamdan duduk dengan tidak sabar. Dalam penantiannya itu tiba-tiba ada cewek yang menghampirinya mukanya Putih,pipinya merah, bibirnya pink, lehernya coklat, bajunya ungu,celana jins berwarna coklat dan memakai sandal bermerek "Swallow". Dalam hati, hamdan berucap "ini cewek atau rainbow cake". karena terlanjur dah bertemu hamdan merasa tidak enak hati jika langsung meninggalkannya.
"Hai, aku hamdan"
"iya, aku sinta" ucap cewek itu.
"jalan kejembatan itu yukkk.kita ngobrol disana" kata hamdan.
lalu cewek itu meng'iyakan ajakan hamdan.
Saat itu Hamdan merasa kesal karena merasa tertipu oleh cewek itu. Soalnya foto di fb nya mirip "Marshanda" ternyata aslinya "Masya Allah". Hamdan mencoba membuat cewek itu marah.
"Sinta,,,tau gak persamaan kamu dengan sampah?" tanya Hamdan.
"Enggak, emang apa?" kata Sinta.
"Persamaan Kamu dan sampah itu, sama-sama harus dibuang ketempatnya"kata Hamdan.
Dengan manja Sinta menjawab "Ih kamu so sweet banget sih".
Sesampainya dijembatan....
"katamu pemandangannya indah, kok hanya ada sampah disungai" protes sinta.
"ini kan cocok buatmu" kata hamdan.
"kok dari tadi kamu Gombal aku trus sih" ucap Sinta sambil tersipu malu.
Dalam hati hamdan ngedumel " ini cewek kok dari tadi dihina malah kesenangan, mungkin hinaanku belum ada apa-apanya dibanding hinaan yang dia terima selama ini. sampai-sampai dia menganggapnya pujian".
Setelah pulang dari sana hamdan langsung membuang kartu sim hpnya, fb sinta diblokir, dan hamdan bersujud syukur karna telah pulang dengan selamat setelah berjumpa Sinta serta melanjutkan sholat tobat karena menganggap tadi dia mendapat azab....

Senin, 16 Juni 2014

Perang Proposal

Dengan langkah lunglai Hamdan coba menyusun setiap lembaran ingatan tentang kekasihnya, hingga terangkailah kisah masa lalunya. Dia menggerutu untuk setiap penyesalannya tentang titian yang dijalaninya. Hingga dia terlelap diperaduan pulau kapuk.
                Saat sang fajar mulai menampakkan diri dan ayam mulai menggonggong(anjing kali mengonggong hehehe). Hamdan bangun dan mulai menyiapkan dokumen dan proposal penelitiannya. Ya...dia akan ujian proposal dikampusnya. Dengan rasa cemas yang menghinggapinya sungguh Nampak dari wajahnya yang pucat (mirip vampire) seolah-olah dia akan menghadapi eksekusi hukum mati. Bukan karena tanpa sebab, tapi dari cerita seniornya yang telah selesai. Pengujinya itu sangatlah ganas, punya hawa pembunuh, sering makan korban (Nah loh...sadis bangetkan). Ya sesampainya dikampus dia mencoba menenangkan diri, tapi sialnya bukannya tenang malah semakin was-was karena ulah dari kawan-kawannya yang super jahil. Sambil menanti giliran ujian, hamdan mulai membaca semua doa-doa(macam dukun beranak lagi bantu persalinan hehehehe) biar pengujinya gak banyak tanya saat ujian.
                Jam sudah menunjukkan pukul 14.00, Yah...tiba giliran hamdan untuk memaparkan usulan proposalnya. Dengan canggung dan bermodal espresi lugunya (wajah alay sahabat dahsyat) dia membaca setiap slide yang dia tampilkan. Seusai memaparkan, hamdan duduk dengan tegang (ettss...Cuma mimiknya loh ya yang tegang, jangan pikir macem-macem) menanti koreksi dari pengujianya.
                ‘’ Hamdan, alasanmu meneliti judul ini dan memilih tempat ini untuk meneliti apa?’’ ucap pembimbingnya dengan tatapan penuh dendam dan dibumbui sedikit senyum liciknya.
                Hamdan menarik nafas dalam dan menghembusnya...Huuuuffffff. Dan mulai menjawab dengan gaya sok Cool  ‘’Jadi menurut buku metodologi yang ditulis oleh sugiyono, bahwa peneliti harus memperhatika..bla...bla..bla...Begitu pak’’
                ‘’ya...lumayan (seakan mempersiapkan serangan yang lebih kuat untuk selanjutnya). Ok, di bagian kerangka konsep bapak liat ada variabel pembanding, jika judulmu seperti ini mestinya tak menggunakan variable ini. Coba jelaskan alasanmu menggunakan variable ini?’’
                Mendapat pertanyaan itu, hamdan seolah dilempari Bom dari pengujinya. Saat itu hamdan merasa terdesak (Seperti lagi perang ya). Dia tunduk dan diam untuk sesaat. Sementara dosen penguji tertawa bagaikan penjahat yang hamper memenangkan perang.
                Tiba-tiba disaat hamdan mulai hampir menyerah, muncul pasukan tambahan dengan membawa Tank. Dia mendongak dan melihat dosen pembimbingnyalah yang datang. Saat itu dosen pembimbing hamdan mulai menjelaskan dan meluruskan pertanyaan dari dosen penguji.
                Hamdan terbangun dari keterpurukannya (Padahal Cuma gak bisa jawab 1 pertanyaan doing -_-) dia mulai menjawab pertanyaan itu ‘’ jadi pak, suatu penelitian dalam bentuk eksperimen murni mesti menggunakan variabel kontrol sehingga jelas perbedaan dari bla..bla...bla’’. setelah menjawab pertanyaan itu hamdan serasa sedang klimaks (menjijikkan -_-)
                Berbeda dengan kondisi dosen pengujinya yang seolah mendapat serangan jantung. Dengan bantuan dosen pembimbingnya dia menyeimbangkan keadaan bahkan hampir membalikkan.
                Tok...tok...tok...Dosen lain masuk dan memberitaukan bahwa waktunya hampir habis. Mendengar itu moderator menutup perang, eh maksudnya ujian itu. Hamdan bersorak riang di dalam hatinya. Tapi dosen pengujinya menatap penuh kesal. Saat hamdan dan pengujinya berpapasan didekat pintu keluar ruangan, pengujinya berkata ‘’Ini belum berakhir, tunggu seranganku yang lebih dahsyat lagi’’(Ini entah ujian atau perang sesungguhnya ya -_-)...
Bersambung ...

Jumat, 13 Juni 2014

Trans Studio








Belajar Dari Kebersamaan










SAYONARA

Api itu kini padam
Pintu yang selama ini terbuka,
Kini tertutup rapat
Tak ada yang tersisa
Hanya kehampaan
Tak ada lagi keindahan
Senyumpun terasa sulit
Akhir yang tragis dari sebuah cerita roman
Keceriaan hari-hariku kini tenggelam di ufuk senja
Pergilah...
Masukilah ruang yang kau harap
Dan berbahagialah disana

Minggu, 26 Januari 2014

Bersama Dalam Ketiadaan

Malam ini 
Satu per satu hujan jatuh membasahi bumi 
Hingga tak lagi kumelihat bulanku 
Entah bagaimana kabarnya malam ini 
Ku ditinggalkannya sendiri dalam sepi... 

Mengapa semua pergi meninggalkanku??? 
Tak terkecuali engkau, 
Yang meninggalkanku dalam harap 
Semua ini serasa membunuhku 
 Kau hancurkan istana cinta yang susah paya kita bangun 
Kau meninggalkanku begitu saja 
Masi kuingat janji yang dulu kita ikrarkan, 
 "Bersama Dalam Ketiadaan" 

Sungguh,,, 
Dulu ku tak ingin menangis karena wanita 
Dulu air mata ini sungguh berharga 
Tapi mengapa saat kuingat kepergianmu, 
Air mata ini menetes berderai 

Begitu perih mencintaimu 
Begitu sakit kumenyayangimu 
Tapi kutak bisa membunuh rasa ini 
Kucoba menepis semua bayangmu 
Namun ku tak perna bisa melekukannya 
Karna kau begitu istimewa di hatiku 
Kuhanya berharap sang waktu yang akan melahap habis kenangan kita 
Agar tak sekeping pun tersisah 
Walau itu berarti seumur hidupku