Terduduk diatas hamparan impian
Wajahnya meringis,entah kenapa
Berontah seakan tertekan
Menjerit,namun tak didengar
Ternyata ada lobang
Bukan disepatu atau pakainnya
Tapi ada lobang di hatinya
Wajah lelahnya dipenuhi guratan
Guratan pengorbanan atas nama impian
Walau para binatang mencibirnya
Tak sedikitpun ada kata menyerah
Tapi kini dia terdiam dalam hening
Tersandung kerikil yang menjatuhkannya
Saat uang berbicara,semangatpun tak cukup untuk sebuah impian
Menyalahkan diri atau nasib bukanlah jalan baginya
Berusaha mungkin lebih baik,agar tak ada penyesalan







0 komentar:
Posting Komentar