Kamis, 16 Januari 2014

Malaikat Tak Bersayap

Kutatap mata mereka yang berbinar

Sejuta kata tak mampu bercerita

Kasihmu…sayangmu…

selalu kau berikan padaku…

kau peras keringatmu…

Entah itu malam ataupun siang

tak peduli sang mentari membakar tubuh mu

tak peduli lumpur dan peluh membasahi tubuhmu

Kini kulitmu usang sudah

Badan yang dulu tegap kekar Kini mulai membungkuk...

Rambut yang dulu hitam kini mulai memutih...

Tapi tak sedikitpun guritan lelah diwajahmu

Mereka cahaya hidupku

Mereka penolong dalam susahku

Dan mereka malaikat tak bersayap

Ya...Dia AYAH dan IBUku

ku tulis petuahmu dihatiku

Dengan tinta cahaya

Agar hati dan jiwa ini menderang

Ketika kegelapan dunia akan melahap

Waktu ini terus berjalan

Meski perlahan tapi pasti

Meninggalkan sebuah kisah yang pantas dikenang

Mencari Yang Terlupakan

Saat pagi menyongsong
Sang mentari memancarkan sinar kehidupan

Burung-burung bernyanyi dengan begitu indah

Aku yang terbangun dari tidur yang panjang,

Perlahan mebuka mata,

kupandangi sudut-sudut kamar dengan tatapan kosong
                        Aku terbujur dalam kekakuan,

Dengan hati terbelenggu dalam sepi...

Sudah banyak hari kulalui tanpa tujuan yang pasti

Semua  seakan hanyalah fatamorgana

Acap kali kumencari sebuah jawaban

Jawaban atas arti dari kehidupan ini

Yang kutemui hanyalah kekosongan

Dalam pencarianku...

Perlahan-lahan rasio menjauh, akalpun pergi tanpa pesan

Aku terdiam dalam ketakutan

Ketakuatan akan tersesat di negeri itu

Negeri dengan sejuta paradigma!!!

Aku kumpulkan kepingan  derita di setiap pencarianku

Kugenggam dan kurangkai menjadi harapan  yang sempat terkoyak

Oleh tajamnya duri kehidupan



Saat mentari mulai tenggelam, Sayap malam terbuka perlahan

Fikirku melayang menjelajah ruang dan waktu

Mencari yang terlupakan

Yang mendekap jiwa dan ragaku

Yang membimbingku meresapi sunyinya malam

Yang menuntunku memeluk kegelapan didalam mencari arti kehidupan

Hidup atau Mati

Sejenak kuterdiam dalam kepengapan hidup
Kubaringkan tubuhku diatas ilalang yang bergoyang

Semilir angin berhembus menerpaku

Menjama tubuhku yang berpeluh

Tak bertenaga...

Kenangan itu muncul dan menjabatku

Kusibak tirai harapku secara perlahan

Yang terlihat hanyalah kegagalan

Inikah waktunya menyerah,pikirku...

Sebatas Mimpi

Senyummu begitu indah saat itu
Lalu Kita berlari dihamparan pasir putih

Malam semakin larut,

Kita berdansa ditemani api unggun

Yang jemari-jemari lentikmu begitu nakal menggodaku

Dan gemuru ombak menjadi music pengiringnya

Oh...Senangnya hati ini saat bersamamu

Kuingin trus ada disampingmu

Menghabiskan seluruh sisa hidupku denganmu

Tapi kuterbangun dari tidur,

Semua hal indah tentang kita pun sirna

Ternyata ini hanya mimpi

Tentang aku dan kamu yang kucintai

Kuingin Terbang Bebas

Semua yang kubutuhkan adalah kebebasan...
Ada sangat banyak yang sepertiku...
Aku tidak sendiri...
Berjalan dalam mimpi,dengan penuh keheranan...
Melangkah dan tersandung
Aku tak merasa ragu,

ini hanya seperti matahari akan bersinar kembali...
Sekali duniaku menampakkan,,,

akan mengejutkan semua orang
Bukalah mata, lihat bagaimana aku berlari,

bagaimana aku berputar ke sisi yg lain...
Aku akan meluncur seperti burung...
Aku hanya ingin memiliki ribuan sayap untuk terbang,

Agar kulihat  luasnya langit dan menemukan DUNIAKU...

Terbanglah Bidadariku


Bidadariku...
Sejuta harapan kusemayangkan untukmu
Beribu cita kugantungkan karnamu...
Apa dirimu tak mengerti bagaimana perasaan ini padamu
Kusangka dirimulah yang mungkin akan menjadi pendampingmu kelak
Tapi semua tetap menjadi misteri bagiku...
Kugadaikan harga diriku,,,perasaanku,,,hanya untuk mendengar kata cinta darimu
Sekian lama kumenanti hati inipun lelah...
Hanya rasa sakit yang kudapat dari penantian itu...
Rasa sakit karna berharap padamu...
Rasa sakit karna merindumu...
Kulelah menanti jawaban darimu...
Karna hanya sinaran lampu orange yang kudapat...

kutak perna ingin melukaimu...

Namu sebaliknya hanya aku yang selalu terluka...
Kini harapanku,,,cintaku,,,perasaanku telah kututup dalam peti hatiku
agar tak kudapati kembali rasa sakit itu....
rasa sakit yang berkecamuk...

Bidadariku...
kepakkanlah sayapmu...
terbanglah...dan susuri alam semesta...
temukanlah CINTA yang kau dambakan...
kuikhlaskan kepergianmu...
Bahagiamu Bahagiaku...

Kurindu Engkau Ya Rasulullah

Ya Rasulullah Ya Habibullah
          Kerinduanku atasmu senantiasa membara
          Begitu dahsyatnya kehadiranmu direlung hati kami
          Diseluruh penjuru mata angin
          Perjuanganmu terus dibicarakan
Ya Rasulullah Ya habibullah
          Nafasku terseka dalam tangis
          Kala rinduku memuncak...
    Hanya dendangan sholawat yang menenangkanku
Ya Rasulullah Ya habibullah
     Ketika diri bersholawat diatas sajadah,
     Aku tersungkur di Mihrab rindu
     Mengingat Perjuanganmu, Ibarat Ranjau bertahta duri yang 
     mencengkram
Ya Rasulullah Ya habibullah
    Aku berdiri memandangi langit tanpa awan
    Kerinduan padamu semakin merasuk direlung hati ini
    Walau tak perna berjumpa
    Namun dihatiku, Engkau begitu dekat
    Karena engkau hidup dihati setiap orang mukmin
Ya Rasulullah Ya habibullah
    Bergetar hati ini, rindu berjumpa denganmu
    Ahlakmu yang begitu indah
    Ahlakmu yang begitu suci
    Hadirmu membawa cahaya dalam kegelapan
    Dirimu teladan setiap ummat
    Wahai Engkau Rasulullah